Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid hadiri kegiatan penanaman pohon yang di deklarasikan Environmental Journalist Network (EJN), atau Jaringan Jurnalis Lingkungan sebagai wadah kolaborasi jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.
Deklarasi berlangsung di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Magrouve yang berada di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang. Rabu (10/6/2026), acara berjalan lancar
"Environmental Journalist Network (EJN) dimontori oleh Sri Mulyo selaku Ketua PWI Kabupaten Tangerang periode 2022–2025."
Deklarasi yang menjadikan wujud komitmen para jurnalis untuk memperkuat peran media , dalam mengawal isu-isu lingkungan yang semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem, dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Selain Bupati Tangerang, acara kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tangerang Rudi Hartono, Kabid PPKLH DLHK Ari Margo, dan Kabid Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Hari Mahardika, S.Pi, M.Si.
Kemudian, Camat Mauk Angga Yuliyanto, Sekcam Teluknaga Ferry Zulfian, Sekcam Sukadiri Ahmad jajuli, unsur akademisi, komunitas lingkungan Banksasuci, serta pelajar
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, diantaranya dilakukan penanaman 10 ribu batang mangrove di kawasan pesisir Ketapang bersama PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mill Tangerang.
Program tersebut melanjutkan upaya rehabilitasi lingkungan yang telah dilakukan sejak 2018 oleh perusahaan tersebut dengan total penanaman mencapai 183 ribu pohon mangrove.
Kegiatan juga melibatkan berbagai peserta pendidikan formal, yaitu dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Hima Ilkom) FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), serta SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Penampilan Marching Band Panca Widya Karya SMKN 5 Kabupaten Tangerang yang pernah meraih Juara II. Piala Presiden 2019 turut memeriahkan acara.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyampaikan dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif para wartawan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.
Menurutnya, keterlibatan wartawan dalam kegiatan lingkungan merupakan langkah positif yang dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Wilayah Kabupaten Tangerang sekitar 71 persen masih berupa kawasan pedesaan. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi antara lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan Ketapang Urban Aquaculture telah menjadi salah satu model pengelolaan kawasan pesisir yang mendapat perhatian luas. dan kawasan tersebut bahkan pernah dikunjungi oleh kepala daerah dari 12 negara di Asia Timur, sejumlah menteri, hingga Kapolri. Ujarnya
Dari 10.000 batang mangrove ditanam, kami bersama dengan industriat, dengan teman - teman wartawan jaringan yang penuh terhadap lingkungan, pimpinan dari Mulyo, Alhamdulillah kita melanjutkan untuk program penanaman mangrove di Desa Ketapang Kecamatan Mauk.
Penanaman ini bagian dari pada kepedulian kita semua, khususnya adalah dari teman-teman wartawan yang peduli terhadap lingkungan, dari sponsor yang ikut serta berpartisipasi yaitu dari Indah Kiat.
nah ini membuktikan kolaborasi antara swasta, pemerintah daerah dengan teman-teman wartawan, salah satu komunitas bangsa suci terus peduli terhadap lingkungan di Kabupaten Tanggerang.
Yang pertama adalah manfaatnya, bisa menahan abrasi, berikutnya juga bisa memberikan kualitas udara yang bagus, oksigen, yang berikutnya penghijauannya juga dapat programnya, dan yang terakhir bahwa dengan mangrove insya Allah kita masyarakat setempat ini bisa sehat, dan sehingga nanti mangrovenya menarik perhatian para pengunjung di luar Kabupaten Tangerang.
Dan datang ke tempat destinasi yaitu di Ketapang Aquaculture di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang. Jadi sekali lagi kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada indah kiat, kepada teman-teman wartawan yang peduli terhadap lingkungan termasuk bangsa sucinya. Ungkapnya
Sementara itu, Sri Mulyo selaku Ketua Presidium Environmental Journalist Network (EJN), mengatakan pembentukan jaringan tersebut dilandasi kesadaran bahwa isu lingkungan hidup memerlukan perhatian bersama dari seluruh element masyarakat, termasuk insan pers.
"Peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendorong tumbuhnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Environmental Journalist Network, kini hadir sebagai wadah kolaborasi para jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan."
Kami ingin memperkuat kapasitas dan peran wartawan dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan secara profesional, kritis, dan berkelanjutan,” ucap Sri Mulyo.
Ia menambahkan, menegaskan bahwa EJN tidak hanya berorientasi pada aktivitas jurnalistik, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung para wartawan dalam berbagai kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Tetapi kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa menjadi bagian dari solusi. Selain memberitakan persoalan lingkungan, kami juga ingin terlibat dalam aksi nyata, mulai dari penanaman pohon, konservasi pesisir, edukasi masyarakat, hingga mendukung program-program pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ringkasnya
Sri Mulyo berharap EJN dapat menjadi jembatan kolaborasi antara media, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Terangnya
Berikut Tim 9 (Deklarator) ENJ:
1.Sri Mulyo
2. Ade Yunus
3. A. Rizki Suhardi
4. Mohamad Romli
5. Fajar Aditya Kusuma
6. Rahmat Halawa
7. Ahmad Yanuar
8. Suryadi Abet
9. Rizani Wirgus Worodiyanto
"Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui EJN, kami ingin membangun budaya jurnalisme lingkungan yang kuat sekaligus mendorong lahirnya gerakan kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kholisul Fatihkin, selaku Department Sustainability Head PT Indah Kita Pulp & Paper Tbk mill Tangerang, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem pesisir.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus mengawal berbagai program pelestarian lingkungan agar berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dengan deklarasi tersebut, para wartawan yang tergabung dalam Environmental Journalist Network berkomitmen untuk terus mengedepankan jurnalisme lingkungan yang berkualitas, mengawal kebijakan publik yang berpihak pada keberlanjutan, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan di Tangerang maupun wilayah lainnya. Tutupnya
> Mizan / Tim



0Komentar